ARTICLE

MISTERI TIANG AWAN (28 Februari 1963)

Foto Tiang Awan Misterius
Bagi ilmu pengetahuan, pemunculan awan ini masih merupakan sebuah misteri, tetapi bagaimana dengan anda? Saya memohon kepada anda untuk mempertimbangkan ulasan di dalam traktat ini yang akan membahas tentang pemunculan awan ini yang merupakan sebuah tanda bagi anda mengenai apa yang Tuhan sedang kerjakan di dalam zaman ini.
Para ilmuwan sudah menghitung bahwa bentangan awan ini kira-kira 50 mil panjangnya, dengan lebar 30 mil dan di atas ketinggian 26 mil, dan di atas ketinggian seperti itu maka tidaklah mungkin terbentuk sebuah awan karena keberadaan awan ini sendiri di luar atmosfir bumi.
Para ilmuwan itu memiliki 85 foto mengenai awan ini yang diambil dari 35 lokasi dan posisi yang berbeda di waktu senja pada tanggal 28 Februari 1963, ketika awan ini muncul di langit di atas Arizona. Penelitian yang seksama telah membuktikan bahwa tidak ada roket ataupun pesawat terbang yang melintas pada saat itu sehingga bisa menimbulkan suatu efek yang bisa membentuk gugusan awan itu. Seorang peneliti menegaskan dengan berkata bahwa sepanjang kehidupannya di dalam meneliti awan, belum pernah dia melihat awan yang begitu indah ini.Foto mengenai awan ini terpampang di sampul majalah “Science,” 19 April 1963, juga dicetak di majalah “Life,” edisi 17 Mei 1963, dan juga di majalah “London Observer.” Ensiklopedia Britannica juga memuat secara terperinci mengenai awan ini di dalam ensiklopedia tahun 1965.
Anda mungkin belum bisa sepenuhnya memahami pada saat ini, tetapi Tuhan berjanji di dalam FirmanNya yang kita kenal dengan Alkitab, bahwa di hari-hari terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus bagi GerejaNya, maka Dia akan mengutus seorang Nabi untuk memulihkan anak-anak Tuhan kembali kepada Firman Tuhan dan membuat umatNya siap bagi kedatanganNya.
William Marrion Branham adalah Nabi di dalam Roh dan Kuasa Elia, (Maleakhi 4:5,6, Matius 17:11, Wahyu 10:7) dan Tuhan benar-benar meneguhkan FirmanNya di dalam banyak cara melalui pelayanan Nabi ini.
Pada tanggal 22 Desember 1962 Tuhan Yesus Kristus memberikan kepada Saudara Branham sebuah penglihatan yang memberitahukan mengenai peristiwa besar yang berakhir dengan terbentuknya formasi yang membentuk awan ini, 2 bulan sebelum peristiwa itu terjadi, Saudara Branham menyampaikan penglihatan ini kepada jemaatnya di Jeffersonville.
Percaya kepada penglihatan dari Tuhan tersebut maka Saudara Branham pergi ke barat, Arizona dan di sanalah digenapkan penglihatan yang sudah dia terima dari Tuhan sebelumnya. Pada bulan Januari 1963 pada sebuah pertemuan yang diadakan di Phoenix, Saudara Branham menjelaskan secara rinci mengenai penglihatan ini dan berkata kepada orang-orang yang hadir pada waktu itu untuk memperhatikan hal ini sebab sesuatu akan terjadi.
Pada tanggal 28 Februari 1963 kira-kira 40 mil sebelah timur laut dari arah Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Saudara Branham pada waktu itu sedang berburu bersama dengan 2 orang teman dekatnya, ketika ketujuh malaikat turun dari langit dengan kecepatan kilat dan mengangkat Saudara Branham masuk ke tengah-tengah kumpulan malaikat itu dan menugaskan kepadanya untuk kembali ke timur ke Jeffersonville, dan mengkhotbahkan misteri Ketujuh Meterai yang ada di Kitab Wahyu pasal 6 yang akan dinyatakan kepadanya. Dari mulai tanggal 17 Maret 1963 sampai 24 Maret 1963 Saudara Branham mengkhotbahkan misteri Ketujuh Meterai ini yang sudah tersembunyi selama berabad-abad lamanya, dan kebenaran-kebenaran ini tentunya diwahyukan di akhir zaman di mana kita hidup saat ini, tepat sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus.
Anda mungkin heran, apakah hubungannya dengan kunjungan para malaikat tadi dengan awan ini? Nabi Tuhan ini sudah berkata bahwa awan yang mempesona ini, yang muncul di langit ini adalah terbentuk oleh kepergian dari ketujuh malaikat tadi, yang menegaskan dan mengidentikkan peristiwa besar yang ada di dalam Kitab Suci mengenai misteri dari Ketujuh Meterai ini, yang mana merupakan hal yang sangat serius bagi setiap orang percaya yang sedang menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.
Untuk bisa menjelaskan secara terperinci mengenai pemunculan awan ini, maka akan dibutuhkan untuk menulisnya dalam sebuah buklet kecil, dan apa yang sudah disampaikan di dalam traktat ini hanyalah sebagai suatu ringkasan, tetapi jika anda menginginkan untuk mengetahui lebih jelas lagi mengenai hal ini, maka hal yang terbaik yang bisa anda lakukan adalah, anda mendengarkan atau membaca sendiri penjelasan dari Saudara Branham di dalam khotbahnya yang berjudul: “Tuan, apakah ini waktunya?” 30 Desember 1962, dan “Melakukan pekerjaan Tuhan tanpa kehendakNya.” 27 Desember 1965, Christian Business Men, Shreveport, USA. Juga terdapat di dalam buku yang berjudul: “Nabi Abad 20.”
Foto asli dan cetakan gambar awan yang ada di bagian depan traktat ini membentuk wajah Tuhan Yesus Kristus yang bisa anda lihat dari sisi yang lain. Dengan pemunculan awan yang ajaib ini seharusnya membuat kita semakin mencari, apa hubungan peristiwa ini dengan Firman Tuhan dan meminta kepadaNya untuk mewahyukan kebenaran ini oleh RohNya yang Kudus ke dalam hati kita.
Jikalau Tuhan sudah mengutus NabiNya, mutlak diperlukan bagi setiap anak Tuhan untuk berjalan di dalam Terang Firman Tuhan, bahwa Dia sudah mengutus Nabinya untuk memulihkan GerejaNya pada zaman ini melalui pelayanannya.
Pengajaran dari denominasi-denominasi gereja mungkin menentang kebenaran-kebenaran ini, tetapi Tuhan tidak terikat oleh ajaran-ajaran manusia, dan FirmanNya akan digenapi tepat sebagaimana yang sudah tertulis di dalam Alkitab, dan perlu bagi kita untuk menerima dia yang diutus Tuhan. Jika kita sudah dipenuhi dengan Roh Kudus maka tentunya kita mau menerima apa yang sudah Tuhan kerjakan pada zaman ini.
Artikel ini tidak didisain untuk mengajak atau menyebabkan seseorang untuk percaya oleh karena foto ini, meskipun kejadian ini merupakan hal yang supranatural, tetapi tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membawa anda melihat kepada Firman Tuhan dan dengan hati yang murni di hadapan Tuhan maka biarlah Dia yang meneguhkan Kebenaran FirmanNya pada zaman ini kepada anda, bahwa kita akan menerima PesanNya, yaitu bahwa Tuhan sudah mengutus NabiNya, Saudara William Marrion Branham supaya kita mendapati diri kita bahwa kita siap untuk kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus yang semakin dekat ini.
Segala tanggapan ataupun pertanyaan yang menyangkut kebenaran foto ini maupun apa yang sudah ditulis di dalam traktat ini, anda bisa menghubungi kami dan dengan segala kerendahan hati di hadapan Tuhan maka kami akan melayani anda.
Pertimbangkan apa yang Tuhan Yesus Kristus sendiri katakan di dalam Matius 24:44, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

MISTERI BAPTISAN AIR YANG BENAR

Foto ini diambil ketika Saudara William Branham membaptis orang ke 17 di Sungai Ohio 1933


Baptisan adalah suatu bagian dari Gereja Umat Kristen sejak Yohanes Pembaptis datang untuk membuka jalan bagi kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus yang pertama. Yohanes telah membaptis di sungai Yordan untuk pertobatan (Mat 3), dan amanatnya adalah untuk mempersiapkan hati setiap orang yang akan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan (Yes 40:3). Yesus sendiri telah dibaptis oleh Yohanes (Mat 3:13-15) dan Dia adalah Contoh Teladan hidup kita.
Saat ini banyak yang telah mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya dan dibaptis dalam cara-cara gereja mereka yaitu di dalam gelar Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu atas dasar otoritas dari Firman Tuhan (Mat 28:19) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptiskanlah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
Dan mereka ini yang telah mengetahui bahwa Firman Tuhan adalah benar, menolak atau mengesampingkan Kisah Rasul 2:38, Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam Nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Karena ajaran gereja mereka tidak memiliki pewahyuan akan Kisah Rasul 2:38 ini, dan menganggap perkataan Rasul Petrus sebagai yang kedua dari Tuhan kita.
Yesus sendiri berfirman dalam Mat 4:4, “manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Maka dari itu timbullah pertanyaan dari perkataan Petrus dalam Kis 2:38 ini, apakah bertentangan dengan apa yang telah difirmankan oleh Yesus dalam Mat 28:19?
Firman Allah tidak bertentangan dengan diriNya sendiri, namun demikian Firman Allah yang sempurna ini menuntut pengertian manusia, telah menimbulkan dua pernyataan yang bertentangan.
Mari pertimbangkanlah gagasan ini. Mesti ada suatu jawaban karena Firman Allah adalah kebenaran (Yoh 17:17) dan kebenaran ini akan diwahyukan kepada anda secara pribadi jika anda mengenal Tuhan Yesus Kristus dan mengetahui tentang Dia. KedatanganNya bagi gerejaNya sudah dekat.
Sebab itu orang yang tulus hati dalam banyak kasus menjadi bingung, keliru dan tersesat, hal itu disebabkan oleh teologia organisasi gereja yang tidak memiliki wahyu dari Roh Kudus akan Firman Allah.
Siapakah NAMA dari Bapa dan Anak dan Roh Kudus? mungkin banyak yang akan membaca traktat ini sudah dibaptis dalam suatu gereja denominasi, melalui percikan air atau dibaptis selam sesuai Mat 28:19, dan mereka masih belum mengenal Nama itu. Yang lainnya sedang mempertimbangkan baptisan ke dalam air dan anda haruslah mengetahui Nama itu sebelum anda memberi diri dibaptis.
Bapa bukan nama; Anak bukan nama; Roh Kudus bukan nama. Tidakkah hal itu sangat janggal untuk menandatangani selembar cek atas rekening bank anda dengan kata bapa, anak atau kakek? Anda tahu bahwa sebuah cek demikian tidak mempunyai kuasa; kemudian mengapa dibaptis di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus? Anda boleh berkata, “Yesus telah berfirman dengan cara ini, dan hal itu sudah cukup baik untuk saya.” Memang benar Yesus telah memberikan Perintah itu, dan dalam ayat ke-20 dari Matius 28 ditegaskan bahwa jika kita mengajarkan Perintah ini untuk dilakukan maka Dia akan menyertai kita senantiasa. Bukankah Yesus yang sama telah bertemu dengan Rasul Paulus di jalan menuju ke Damaskus laksana Tiang Api, atau sebagai Roh Kudus yang telah memenuhi Rasul Petrus dan ke-120 orang baik laki-laki maupun perempuan di Atas Loteng tempat mereka menginap di hari Pentakosta? (Kis 2:1-4). 

Yesus juga berfirman dalam Yoh 14:16-18, “Aku akan meminta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di  dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim-piatu, Aku datang kembali kepadamu.” Itulah Tuhan kita Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian setelah menderita aniaya di kayu salib, dan yang telah berfirman melalui Petrus dalam Kis 2:14-36, dan perkataan yang diucapkannya telah menggugah pendirian para pendengarnya, yaitu mereka yang telah menganiaya Yesus, dan menjadi sangat terharu lalu bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” (Kis 2:37). Selanjutnya dalam ayat 38, Tuhan Yesus berfirman kepada kita melalui Rasul Petrus, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Ketika Yesus berfirman dalam Mat 28:9 untuk membaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Dia telah berfirman tentang kebenaran akan Wahyu mengenai DiriNya dan namaNya, dan setiap kelahiran kembali Roh Kudus akan memenuhi anak-anak Allah agar mereka dapat mengenal nama Bapa Surgawi mereka, dan dibaptis ke dalam air di dalam Nama itu. Yesus adalah wujud dari nama Bapa. (Yoh 17:6). Nama dari pada Bapa dan Anak dan Roh Kudus yaitu; TUHAN YESUS KRISTUS, dan hanya cara itulah seorang Kristen harus percaya dan dibaptis dalam Nama itu; dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Bukan melalui pemercikan air tetapi diselamkan ke dalam air sebagaimana Yesus sendiri telah dibaptis, oleh seorang yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus dan memiliki pewahyuan ini. Jika anda telah dibaptis dalam gelar saja, maka anda harus dibaptis ulang dalam nama Tuhan Yesus Kristus. 


Setiap orang Kristen harus dibaptis sesuai Kisah Rasul 2:38, ini adalah cara yang telah ditetapkan oleh Allah untuk menerima karunia Roh Kudus. Kolose 3:17, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan dan perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” Sesungguhnya baptisan adalah suatu perkataan mengenai iman dan perbuatan. Tidak ada referensi dalam Firman Allah untuk suatu trinitas. Doktrin trinitas adalah bertentangan dengan Alkitab dan itu salah. Yoh 4:24, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam Roh dan Kebenaran.” Dalam Mark 12:29, “Jawab Yesus: Hukum yang terutama ialah: Dengarlah hai orang Israel, Tuhan   Allah kita, Tuhan itu esa.” Juga dalam Efesus 4:5-6, “Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.” 
Doktrin trinitas dan baptisan dengan sebutan Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dasar dari gereja denominasi yang pertama dan gereja organisasi lainnya, dan telah diterima menjadi doktrin gereja sekitar 325 A.D. (Sesudah Masehi) di Konsili Nicea, dan anda dapat menyelidiki sejarah tersebut di perpustakaan. Wahyu tentang Tuhan Yesus Kristus adalah batu karang di mana Gereja Tuhan berdiri menjadi Tubuh Kristus yang didirikan (Mat 16:16-18). Bagaimanapun, pikiran manusia, doktrin trinitas dan baptisan dengan gelar telah menggantikan pewahyuan melalui Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana hal itu telah terjadi pada sistem denominasi saat ini. Allah adalah Roh (Yoh 4:24) tetapi mempunyai tiga pelayanan atau manifestasi: sebagai Bapa: Pencipta segala sesuatu, dinyatakan dalam tubuh daging dan darah Yesus, sebagai Anak: Juruselamat kita dan sebagai Roh Kudus untuk menyatakan pewahyuan  kepada anda tentang PribadiNya melalui FirmanNya yang anda baca sekarang. Allah adalah Roh yang datang untuk menebus serta mendamaikan mereka yang terhilang dengan DiriNya, datang dalam bentuk tubuh daging dan darah AnakNya (Ibrani 10:5). Anak, sebagai tubuh, lahir dari seorang perawan, sebagai pengampunan dosa pertama di Taman Eden, yang dikandung oleh Roh Kudus (Lukas 1:35). Apakah Yesus yang adalah Anak mempunyai dua bapa?
Ajaran trinitas dan ke-esa-an keduanya adalah salah. Firman Allah menyatakan pewahyuan tentang Tuhan Yesus Kristus, dan setiap orang Kristen harus mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah (1 Yoh 4:15).
Yesus adalah Anak, Bapa, dan Roh, yang tinggal dan diam di dalam tubuh manusia dalam bentuk yang nyata. Hal ini tidak menjadikan Yesus merupakan pribadi kedua dari trinitas, tetapi merupakan pernyataan Allah (Yoh 1:1 & 14). Tubuh Yesus itu adalah korban persembahan kita sehingga oleh darahNya kita beroleh keberanian penuh untuk masuk ke dalam HadiratNya (Ibrani 10:19), dan mengenal Dia, dan di dalam Dia. 1 Yoh 5:20, “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita
mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.”
Alkitab berkata dengan jelas bahwa Allah telah menjadi daging dan diam di antara kita, dan Yesus yang adalah Anak berfirman di dalam Yohanes 14:7, “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Jika mereka telah mengenal Yesus! Apakah mereka mengenalNya? Tentu saja mereka telah mengenalNya, tetapi mereka hanya mengenalNya sebagai seorang manusia, tidak memiliki pewahyuan tentang Allah yang adalah Roh yang telah dinyatakan dalam daging dan darah. Yesus berkata, “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu,” dan bukan hanya mengenal Bapa melainkan telah melihat Bapa (Yohanes 14:9). Hal ini adalah pewahyuan bahwa Allah adalah Roh yang datang ke dalam tubuh dari daging dan darah Anak Allah di mana Gereja Kristus dibangun di atasnya, dan setiap anak laki-laki dan perempuan yang dilahirkan kembali harus memiliki pewahyuan ini bersama-sama dengan Tuhan pada saat kedatanganNya.
Yohanes 14:16-20 menjelaskan kebenaran yang sama ketika Yesus berbicara tentang Penolong, yaitu manifestasi Allah pada setiap orang percaya, setelah tubuh daging dan darah Anak disalibkan di Kalvari untuk menebus dosa kita. Penolong yang dimaksud belum datang, tetapi Yesus berkata mereka telah mengenalNya!  Mengapa? Sebab Yesus adalah Roh Kudus; Penolong yang dinyatakan dalam daging dan darah; tetapi setelah Kalvari Dia datang kepada mereka dan tinggal di dalam mereka.
Traktat ini tidak bermaksud untuk menutupi segala sesuatu yang mengatakan tentang pewahyuan Tuhan Yesus Kristus dan NamaNya sebagaimana diambil dalam ayat-ayat Alkitab, tetapi untuk membangkitkan perhatian anda mengenai kesalahan ajaran trinitas dan baptisan di dalam sebutan-sebutan trinitas, dan anda dapat menyelidiki Firman Allah dan melihat apakah hal-hal ini memang benar demikian? (Kisah Rasul 17:11).
Allah telah berjanji dalam FirmanNya, bahwa sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali kepada GerejaNya, Dia akan mengutus seorang Nabi di dalam Roh dan Kuasa Elia untuk memulihkan anak-anak Allah berbalik kepada Firman Tuhan dan dilahirkan kembali, dan kebenaran dalam traktat ini serta kebenaran lainnya telah diteguhkan oleh Tuhan melalui pelayanan William Branham. (Maleakhi 4:5-6)
Kiranya Tuhan Allah Yang Maha Besar menyatakannya kepada anda tentang Pewahyuan DiriNya dan NamaNya, Tuhan Yesus Kristus. Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
Selanjutnya Yesus berfirman dalam Matius 24:44, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” Dan sekiranya anda belum dibaptis dalam baptisan yang benar sesuai Firman Tuhan dan anda ingin bersiap-siap untuk kedatangan Tuhan Yesus Kristus, kiranya anda berdoa sungguh-sungguh di hadapan Tuhan dan memberi diri anda dibaptis sesuai Kisah Para Rasul 2:38.

Misteri KEJATUHAN MANUSIA ke dalam DOSA di Taman Eden

Selama bertahun-tahun kita telah diajar dan kita percaya bahwa Adam dan Hawa, orang tua kita yang pertama yang ada di taman Eden, memakan buah apel dari pohon yang ada di tengah-tengah taman tersebut, dan oleh karena perbuatannya itu dunia jatuh ke dalam dosa. 

Mengapa harus buah apel? Buah apel bahkan tidak pernah disebut di dalam Firman Tuhan, bahkan pada saat Tuhan memberi perintah kepada manusia untuk makan pohon-pohon yang ada di dalam taman Eden, bahkan Alkitab berkata di dalam (Kej 2:16, 17) bahwa mereka jangan makan pohon pengetahuan yang baik dan jahat.  

Apa yang dimakan oleh mereka bukanlah buah apel ataupun buah dari pohon-pohon yang terdapat di dalam taman tersebut, lalu apakah yang diambil oleh Hawa dan yang diberikan kepada Adam? 

Akan sangat sulit bagi para pembaca untuk mempercayai apa yang telah terjadi dulu, tetapi itu adalah sebuah kebenaran, apa yang dilakukan Hawa dulu adalah seks atau perzinahan dengan si ular yang telah menyebabkan kejatuhan Hawa dan Adam dan melalui kejadian itulah dunia jatuh ke dalam dosa dan membawa setiap kita hidup di bawah kutuk. 

Tujuan dari artikel ini adalah untuk membawa anda supaya memperhatikan pewahyuan Firman Allah oleh Roh Kudus melalui NabiNya, William Marrion Branham. Tuhan berjanji dan sekarang Dia sudah genapkan FirmanNya, bahwa sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus bagi Mempelai yang diambil dari bangsa-bangsa di luar Yahudi, PilihanNya, atau GerejaNya, maka Tuhan mengirim seorang nabi dan oleh pelayanannya semua misteri Allah dinyatakan. (Mal 4:5,6; Why 10:7) 

Mohon jangan biarkan dalih ataupun teologi gereja anda menolak kebenaran pewahyuan ini, tapi biarlah Tuhan Yesus Kristus yang memberikan kepada anda pengertian mengenai apa yang anda baca ini. Traktat ini bukanlah dimaksudkan untuk berdebat dengan segala ajaran-ajaran dari manusia, melainkan hanya untuk menyatakan fakta-fakta yang mana anda didorong untuk terfokus kepada Firman Tuhan, yang merupakan otoritas tertinggi. 

Ular di dalam pengertian kita sekarang ini adalah seekor ular yang melata dan apabila demikian bentuk ular itu dulu: Bagaimana mungkin ular bisa berhubungan secara seksual dengan Hawa atau bahkan bercakap-cakap dengannya? (Kej 3:1). Sebelum kejatuhan Adam dan Hawa bentuk si ular dulu bukanlah seperti yang bisa kita lihat sekarang ini (reptil - melata), ular itu dulu adalah sebagaimana yang Firman Tuhan katakan, binatang yang paling cerdik dari semua binatang di darat. Ular dulu berjalan tegak dan bentuknya lebih tinggi dari semua binatang di antara kerajaan  binatang dan makhluk manusia, sebuah makhluk ciptaan yang indah yang sanggup berbicara kepada Hawa. 

Ular ini, yang mana si iblis dulu masuk ke dalamnya, dikutuk oleh Tuhan (Kej 3:14) sesudah dia memperdaya si Hawa, dari bentuknya yang dulu adalah binatang yang berjalan tegak, hampir menyerupai manusia, sekarang menjadi seekor ular yang berjalan dengan perutnya, Tuhan berkata, “dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu.” 

Para ilmuwan selalu mencari dan masih mencari, missing link atau bagian yang hilang (binatang yang tidak dikenal yang sudah punah yang diperkirakan menjadi sebuah penghubung antara binatang dan manusia) antara binatang dan makhluk manusia, tetapi mereka tidak akan pernah menemukannya. Kenapa? Karena tidak ada sesuatu pun yang ada di dalam tubuh ular sekarang ini yang bisa dipakai untuk menghubungkan ular yang sekarang ini dengan bentuk ular yang dulu sebelum dia dikutuk Tuhan. Jikalau anda adalah seorang yang rohaniwan dan mampu untuk menerima pewahyuan ini, maka anda akan memuliakan Tuhan Yesus Kristus. 

Darah binatang tidak dapat bercampur dengan darah manusia, tetapi darah si ular dulu sebelum dia dikutuk bisa dan itu terjadi. 

Si ular, yang dimiliki si iblis, terlihat seperti seorang manusia, bisa berbicara, cerdik dan cantik, dia menunjuk kepada pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, dan menyerongkan Firman Tuhan. Ular itu berkata kepada Hawa, “Engkau tentunya tidak akan mati,” (Kej 3:4), sesudah Tuhan berfirman kepada Adam, (Kej 2:17), “Tapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat janganlah kaumakan, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Iblis adalah seorang pendusta (Yoh 8:44), dan dinamakan oleh Tuhan (Why 20:2)  “Si ular tua itu . . . yaitu Iblis dan Setan.” 

Manusia di dalam Alkitab sering disamakan dengan pohon (Mzm 1:3, Yer 17:7-8, Yes 61:3) dan kita adalah buah kandungan dari ibu kita. (Mzm 127:3) 

Si ular sudah memperdaya Hawa karena Hawa tidak berada di dalam tempatnya bersama dengan suaminya Adam melainkan keluar meninggalkan Firman Tuhan. Hawa melihat bahwa pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya dan dia memakannya dan memberikannya juga kepada Adam (Kej 3:6). 

Yang Hawa makan adalah berzinah (Ams 30:20) dengan ular yang mana terlihat seperti seorang manusia, bukannya makan buah apel ataupun buah-buahan yang ada di dalam taman yang mana diperintahkan Tuhan untuk dimakan oleh Adam. (Kej 2:16). 

Hawa memiliki pengertian di luar Firman Tuhan dan hal itu diketahui oleh si ular, bahwa Hawa ingin menjadi bijaksana, pohon itu diingininya dan menyenangkan hatinya dan dia mengambilnya dan memberikannya juga kepada Adam suaminya. (Kidung 4:1-16). 

Tiba-tiba mereka tahu bahwa mereka telah telanjang dan bersembunyi dari Tuhan (Kej 3:7,8) dan mereka membuat cawat dari daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangan mereka. Tentunya hal ini memberikan pengertian kepada kita bahwa yang dimakan itu adalah seks, bukan buah apel. 

Karena merasa bersalah mereka menyembunyikan diri mereka dari Tuhan, tetapi Tuhan mencari mereka dan memanggil mereka. Adam menyalahkan Hawa istrinya, Hawa berkata bahwa si ular memperkosa dia, dan Tuhan menghukum si ular, Hawa dan Adam (Kej 3:14-19). 

Buah atau hasil dari perbuatan seks Hawa tadi diketahui oleh si ular dan Adam, bahwa Hawa mengandung Kain dan Habel. Kehidupan hanyalah berasal dari Tuhan Sang Pencipta, sebab sebagaimana Habel adalah anak dari Adam, maka Kain adalah anak dari si ular yang dimiliki oleh si iblis, hal ini ditegaskan oleh Firman Tuhan (I Yoh 3:12). 

Lebih jauh lagi ditegaskan bahwa ular adalah bapa dari Kain, di mana Kain membunuh saudaranya Habel, karena oleh pewahyuan maka Habel mempersembahkan pengorbanan darah bagi Tuhan dan itu diterima, sementara Kain mempersembahkan buah-buahan dari hasil taninya dan ditolak. Sejak dari taman Eden itulah maka hanya darah itu saja yang diterima untuk bisa membersihkan kehidupan kita, baik secara fisik maupun secara rohani, yang mengarahkan kita kepada Darah Yesus, Anak Domba yang sudah mencurahkan darahNya bagi dosa-dosa kita. 

Habel yang adalah anak Adam tidak pernah disebut di dalam garis keturunan, Kejadian 5 dan Lukas 3 karena dia dibunuh oleh Kain. Lebih jauh kebenaran ini ditegaskan bahwa Kain adalah anak si ular. Hawa menunjukkan kelahiran Set, katanya, “Tuhan telah mengaruniakan kepadaku benih yang lain sebagai ganti Habel, sebab Kain membunuhnya.” Tidak pernah disebutkan di dalam Alkitab bahwa Kain adalah anak Adam (Kej 5:21). 

Roh Kudus akan menegaskan lebih jauh kepada anda akan kebenaran ini jika anda mau mempertimbangkan kebenaran yang tertulis di dalam traktat ini. 

Pada akhirnya Tuhan berkata kepada si ular (Kej 3:15) bahwa Tuhan mengadakan permusuhan antara keturunannya dan keturunan wanita itu yang mana mengarahkan kita kepada seorang perawan yang melahirkan Yesus Kristus Sang Penyelamat kita yang lahir di Betlehem dan kemenangan itu Dia berikan kepada kita pada saat Dia berada di Kalvari.

Para SAKSI MATA Pada Pelayanan William Marrion Branham

Foto para SAKSI MATA pada pelayanan William Branham

Catatan-catatan berikut ini adalah kesaksian-kesaksian dari penginjil-penginjil dan para pengkhotbah terkenal menyangkut pelayanan William Branham:

JAMES MORRIS – “Itulah Branham, lebih dari penginjil yang manapun, yang memulai kebangunan rohani kesembuhan fundamental sesudah Perang Dunia II yang mengikuti setelah pertemuannya dengan seorang malaikat pada tanggal 7 Mei 1946. Perkataan menyebar ke setiap arah di mana semua jenis penyakit dan penderitaan disembuhkan dengan seketika oleh si pengkhotbah kecil dari Indiana itu. Bahkan kasus-kasus tentang membangkitkan orang mati disiarkan.” (The Preachers [Pengkhotbah-pengkhotbah])

GORDON LINDSAY – “Belum pernah kita mengetahui ada seorang pengkhotbah yang memanggil orang-orang tuli, bisu, dan orang-orang buta untuk didoakan, dan kemudian melihat orang-orang itu disembuhkan di tempat itu juga . . . sebuah pelayanan yang melampaui pelayanan manapun yang pernah kami saksikan sebelumnya.”
(The House The Lord Built [Rumah Yang Dibangun Oleh Tuhan])

TOMMY OSBORN: “Allah sudah memilih pelbagai cara yang misterius untuk menyatakan DiriNya kepada hamba-hambaNya khususnya mereka yang dipanggil untuk maksud-maksud khusus seperti panggilan terhadap Saudara Branham. Singkatnya, orang yang kita kenal sebagai William Branham diutus untuk mendemonstrasikan Allah di dalam daging manusia lagi.” (Kebaktian Peringatan William Branham)

JACK MOORE: “Yang paling dikaruniai dari semua penginjil-penginjil.” (All Things Are Possible oleh David Edwin Harrell, Jr. [Diambil dari buku “Semuanya Tidak Ada Yang Mustahil”])

ORAL ROBERTS: “Seorang manusia Allah yang saleh dan rendah hati.” (Healing Waters, Juli 1948 [Air Kesembuhan])

F.F. BOSWORTH: “Ketika karunia itu sedang bekerja. Maka Saudara Branham adalah orang yang paling peka terhadap hadirat dan pekerjaan Roh Kudus dan terhadap realita-realita kerohanian lebih dari manusia manapun yang pernah saya kenal.” (A Prophet Visits South Africa, oleh Julius Stadsklev [diambil dari buku “Seorang Nabi Melawat Afrika Selatan”])

GEORGE EKEROTH: “Allah memanggil manusia yang rendah hati ini dan mengurapi pelayanannya ke sebuah tingkat di mana dalam beberapa tahun saja namanya sudah dikenal sampai ke stasiun pengendali yang ada di hutan rimba yang paling terpencil. Ke manapun anda pergi di dunia ini anda akan mendapati bahwa nama utusan ini telah mendahului anda.” (Introduction of Morris Cerullo’s Book, Wind Over Abad 20 [Diambil dari buku “Pengantar Buku Morris Cerullo”])

DAVID EDWIN HARELL, JR.: “Sebagian besar dari para peserta rangkaian perjalanan kebangunan rohani kesembuhan yang meledak pada tahun 1947 memandang William Branham sebagai pemrakarsanya. William Branham menjadi seorang nabi bagi sebuah angkatan/generasi. Malam demi malam, di hadapan ribuan orang percaya yang terheran-heran, ia menyatakan jenis-jenis penyakit dari orang-orang yang sakit dan menyatakan mereka sembuh. Kuasa pelayanan dari seorang Branham tetap menjadi sebuah legenda yang tidak ada bandingannya di dalam sejarah Kegerakan Karismatik.” (All Things Are Possible [Diambil dari buku “Semuanya Tidak Ada Yang Mustahil”])

THOMAS R. NICKEL: “Di masa-masa Alkitab, terdapat manusia-manusia Allah yang adalah nabi-nabi dan pelihat-pelihat. Tetapi dari semua catatan-catatan suci itu, tidak ada satupun dari manusia-manusia ini yang pelayanannya lebih besar dari pelayanan William Branham itu, seorang Nabi dan Pelihat Allah, yang fotonya muncul di sampul depan terbitan Full Gospel Men's Voice ini [Suara Para Pria Injil Sepenuh—Ed.]. Branham sudah dipakai oleh Allah, di dalam Nama Yesus, untuk membangkitkan orang mati.” (Majalah Full Gospel Men’s Voice, February 1961)

JOSEPH MATTSON-BOZE: “Kadangkala saya merasa takut karena adanya perasaan kekudusan yang mendalam yang merasuki pertemuan itu, namun saya tidak pernah gagal untuk menyaksikan karunia Allah bekerja melalui hambaNya dan merasakan kehangatan kasih yang mengalir melalui pelayanannya.” (The Herald of Faith, Februari 1966 [Mengumandangkan Iman])

3 komentar:

  1. sesungguhnya kristen yang benar adalah kristen yang beriman dan ajaran nabi william braham tepat sekali,! semoga semakin banyak jiwa jiwa yang tersesat dan belum mengerti kebenaran menjadi pengikut ajaran firman Tuhan Yesus menlalui bpk william braham amin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah saudara ingin mendengar lebih lanjut??

      Hapus
  2. Ga usah mengklaim bahwa ajaran kristen yg benar adalah yg diajarkan nabi william braham.Benar menurut anda, tapi bagi org lain mungkin tidak benar. Jadi teringat saya, seorang pdt Sibuea di Bdg tahun 90-an mengklaim bahwa kedatangan Tuhan tgl sekian sehingga jemaatnya berkumpul pada tgl tsb.Namun pada tgl tsb tidak terjadi apa2,akhirnya Pdt Sibuea ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara .

    BalasHapus